
GOBANNEWSINDONESIA.COM – Belanja Lebaran Pemudik Menurun, Pakar UGM: Ekonomi Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Menjelang Lebaran, sebuah tren yang cukup mengkhawatirkan mulai terlihat di kalangan pemudik. Belanja untuk kebutuhan Lebaran, baik untuk oleh-oleh maupun persiapan keluarga, mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini tak hanya memengaruhi pusat-pusat perbelanjaan, tetapi juga berdampak pada ekonomi daerah yang biasanya meraup keuntungan besar dari kegiatan mudik dan belanja Lebaran.
Dr. Eko S. Nugroho, seorang pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan analisis terkait fenomena ini. Menurutnya, penurunan belanja ini bukanlah hal yang kebetulan, melainkan merupakan dampak dari kondisi perekonomian Indonesia yang tengah menghadapi tantangan besar. “Ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja. Meskipun ada perbaikan pasca-pandemi, namun masalah inflasi, ketidakpastian global, dan daya beli masyarakat yang menurun masih menjadi isu serius,” ujarnya.
Faktor Penyebab Penurunan Belanja Lebaran 2025
- Tingginya Inflasi dan Kenaikan Harga Barang Pokok Salah satu faktor utama yang memengaruhi belanja Lebaran adalah inflasi yang terus meningkat. Harga-harga barang kebutuhan pokok, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan lainnya, terus mengalami lonjakan. Kenaikan harga daging, minyak goreng, beras, dan barang-barang pokok lainnya membuat banyak keluarga terpaksa mengurangi belanja non-primer mereka, termasuk membeli pakaian baru atau oleh-oleh untuk kerabat.
- Ketidakpastian Ekonomi Global dan Krisis Energi Dampak dari ketidakpastian ekonomi global, yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti konflik geopolitik dan krisis energi, turut berimbas pada perekonomian Indonesia. Kenaikan harga energi, seperti bahan bakar minyak (BBM), juga berkontribusi pada tingginya biaya hidup. Hal ini membuat banyak pemudik memilih untuk lebih bijak dalam pengelolaan keuangan mereka, mengurangi pengeluaran untuk barang-barang konsumtif yang tidak mendesak, seperti oleh-oleh Lebaran atau pakaian baru.
- Pengaruh Pandemi dan Ketahanan Ekonomi yang Masih Rentan Meskipun pandemi COVID-19 sudah mulai mereda, dampaknya masih terasa pada banyak sektor, termasuk ekonomi keluarga. Banyak orang yang, meski sudah kembali bekerja, masih merasa cemas tentang ketidakpastian pekerjaan dan pendapatan. Pandemi juga mengubah kebiasaan belanja masyarakat, di mana banyak yang kini lebih memilih untuk berbelanja secara daring (online) dan menghindari keramaian di pusat perbelanjaan. Perubahan pola konsumsi ini turut berkontribusi pada penurunan belanja Lebaran.
- Kenaikan Biaya Transportasi dan Harga Tiket Bagi pemudik, biaya transportasi menjadi pengeluaran besar. Kenaikan harga tiket pesawat, kereta, dan bus pada musim mudik tahun ini membuat banyak orang lebih selektif dalam pengeluaran mereka. Alhasil, banyak yang memutuskan untuk memotong anggaran belanja Lebaran dan lebih fokus pada biaya perjalanan mudik yang semakin mahal.
Dampak Penurunan Belanja terhadap Ekonomi Daerah
Penurunan belanja Lebaran ini tentunya juga dirasakan oleh daerah-daerah yang bergantung pada perputaran uang dari para pemudik. Kota-kota seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, dan berbagai daerah tujuan mudik lainnya mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan. Pedagang-pedagang kecil yang biasanya mendapatkan keuntungan besar dari penjualan pakaian, makanan khas Lebaran, dan oleh-oleh, kini harus menghadapi kenyataan bahwa pendapatan mereka menurun drastis. Usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergantung pada musim Lebaran turut merasakan kesulitan.
Solusi dan Harapan dari Pakar Ekonomi
Dr. Eko S. Nugroho menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang mendukung daya beli masyarakat. Pemerintah, menurutnya, harus fokus pada upaya untuk menurunkan inflasi, menstabilkan harga barang pokok, dan menciptakan kebijakan yang dapat mendorong konsumsi masyarakat tanpa menambah beban ekonomi mereka. Selain itu, mendorong keberlanjutan program perlindungan sosial dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih stabil juga merupakan langkah yang sangat penting.
“Untuk pemulihan ekonomi yang lebih baik, kita perlu bekerja sama untuk menciptakan kebijakan yang tepat, yang tidak hanya mengatasi permasalahan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” tambahnya.
Kesimpulan
Penurunan belanja Lebaran yang terjadi di kalangan pemudik mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan. Inflasi yang tinggi, ketidakpastian global, dan pengaruh pandemi yang belum sepenuhnya pulih menjadi faktor utama penyebab penurunan konsumsi masyarakat. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus berkolaborasi untuk menciptakan kebijakan yang dapat mengurangi tekanan ekonomi dan mendorong daya beli masyarakat. Dengan langkah yang tepat, diharapkan perekonomian Indonesia dapat pulih dan tumbuh lebih kuat di masa depan.
Tinggalkan Balasan