
GOBANNEWSINDONESIA.COM – Bank Indonesia Buka-Bukaan Soal Pertumbuhan Ekonomi RI Yang Tembus 5,12%
Jakarta, 7 Agustus 2025 — Bank Indonesia (BI) secara resmi mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2025 mencapai 5,12% (year-on-year/YoY). Angka ini mengejutkan berbagai pihak karena lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi sejumlah ekonom yang sebelumnya memprediksi pertumbuhan di kisaran 4,8% hingga 5,0%.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Gubernur BI mengungkapkan bahwa pencapaian ini menunjukkan ketahanan dan daya dorong ekonomi domestik yang masih kuat di tengah tekanan global yang belum mereda.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II mencerminkan keberlanjutan pemulihan, dengan dukungan utama dari konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan peningkatan aktivitas ekspor,” ujar Gubernur BI.
Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Pertumbuhan
BI menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap solid, didorong oleh momentum Ramadan dan Lebaran, serta meningkatnya kepercayaan konsumen. Belanja pemerintah juga tumbuh signifikan, terutama dari sisi belanja modal dan bantuan sosial.
Selain itu, investasi (PMTB) menunjukkan tren pemulihan yang positif, sejalan dengan kelanjutan proyek infrastruktur dan masuknya investasi asing di sektor manufaktur dan energi terbarukan.
Ekspor dan Sektor Pariwisata Berperan Tambahan
Meskipun ekspor mengalami tekanan akibat perlambatan ekonomi global, beberapa komoditas unggulan seperti batu bara, nikel, dan CPO tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan. Sektor pariwisata juga menunjukkan geliat pemulihan dengan naiknya jumlah wisatawan mancanegara serta pergerakan wisatawan domestik yang meningkat signifikan selama musim liburan.
Melenceng dari Prediksi Ekonom
Banyak analis sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II akan melambat, mengingat berbagai tekanan global seperti suku bunga tinggi di negara maju, ketegangan geopolitik, dan perlambatan di China. Namun, realisasi BI menunjukkan sebaliknya.
Ekonom dari Institute for Economic Development Studies (IEDS), Rudi Santosa, mengatakan, “Ini di luar ekspektasi pasar. Konsumsi domestik menjadi kekuatan utama yang selama ini mungkin sedikit diremehkan.”
Sikap BI ke Depan: Tetap Waspada
Meskipun hasil kuartal II cukup menggembirakan, Bank Indonesia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi risiko eksternal maupun domestik. BI akan terus mengarahkan kebijakan moneter agar seimbang antara menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.
“Kami melihat prospek pertumbuhan tetap positif, namun risiko global dan ketidakpastian masih tinggi. Oleh karena itu, kami akan menjaga sinergi kebijakan moneter dan fiskal agar tetap solid,” tambah Gubernur BI.
Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang mencapai 5,12% YoY menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional. Angka ini melampaui prediksi para ekonom dan menunjukkan kekuatan konsumsi domestik, investasi, serta kontribusi sektor-sektor strategis seperti ekspor dan pariwisata.
Meskipun demikian, Bank Indonesia tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global yang masih berpotensi menghambat momentum pemulihan. Ke depan, sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan reformasi struktural akan menjadi kunci menjaga pertumbuhan tetap kuat dan inklusif.
Tinggalkan Balasan