
GOBANNEWSINDONESIA.COM – Perang Thailand VS Kamboja, Adu Kekuatan Militer dan Ekonomi
Konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang mulai memanas sejak Mei–Juli 2025 menandai eskalasi serius antara kedua negara. Akibatnya, bukan cuma tentara yang diuji, tetapi juga daya tahan ekonomi dan diplomasi negara masing-masing.
1. 🔥 Asal Mula Konflik & Eskalasi Militer
- Ketegangan kembali memuncak pada 28 Mei 2025 ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan dekat wilayah “Emerald Triangle” The Times+8DW News+8Cambodgemag+8CNBC+1TIME+1.
- Thailand merespons dengan serangan udara menggunakan F‑16, sementara Kamboja menembakkan roket BM‑21 Grad ASEAN Briefing+1CNBC+1.
- Hingga akhir Juli, lebih dari 30 orang tewas, puluhan ribu mengungsi, dan bentrokan terus berlangsung WikipediaThe Washington PostReutersThe Guardian.
2. 🌐 Dampak Ekonomi: Perdagangan & Pariwisata Lumpuh
📉 Perdagangan Terganggu
- Perdagangan bilateral mencapai sekitar 175–200 miliar baht tiap tahunnya. Namun kini sebagian besar terkait checkpoint utama seperti Aranyaprathet ditutup, sehingga omzet anjlok hingga ratusan juta baht per hari nationthailand+1The Pechko Perspective+1.
- Ekspor pertanian Kamboja ke Thailand dan ekspor energi Thailand ke Kamboja ikut mengalami gangguan besar Broadsheet AsiaCambodgemagAInvest.
🏨 Krisis di Sektor Pariwisata
- Sektor pariwisata menyumbang sekitar 12% PDB Thailand dan 9% PDB Kamboja. Serangan dan kekerasan menyebabkan pembatalan wisata besar-besaran, terutama di situs Preah Vihear, mengurangi kunjungan hingga 70% CNBCCambodgemagAInvest.
3. 👥 Dampak Sosial & Ketenagakerjaan
- Lebih dari 140.000 hingga 200.000 orang mengungsi, baik di sisi Thailand maupun Kamboja, sebagian besar penduduk desa perbatasan WikipediaThe GuardianReuters.
- Ribuan pekerja migran Kamboja yang bekerja di Thailand juga terdampak. Mereka kehilangan pekerjaan akibat penutupan perbatasan dan larangan kerja di Kasino dan bar wilayah Poipet DW NewsCambodgemag.
4. 🛡️ Strategi Ekonomi & Diplomatik yang Berbeda
- Kamboja mengajukan sengketa ke Mahkamah Internasional (ICJ) untuk menyelesaikan klaim teritorial atas situs seperti Ta Moan dan Ta Krabei Broadsheet Asia.
- Sementara Thailand menolak intervensi pihak ketiga dan menginginkan penyelesaian melalui pembicaraan bilateral via Joint Boundary Commission (JBC) nationthailand.
5. 💰 Relasional Ekonomi Jadi Senjata
- Kamboja memberlakukan larangan impor buah, gas, listrik, dan produk Thailand lainnya. Thailand pun menanggapi dengan pembatasan visa dan penutupan checkpoint. Dampaknya:
- Kelangkaan energi dan kebutuhan pokok di Kamboja
- Penurunan tajir di bisnis warga perbatasan Thailand CambodgemagCambodgemagDW News.
- Investor dan pemangku kepentingan mulai mengambil langkah mitigasi seperti menambah stok barang, membatalkan acara, dan menyiapkan rencana evakuasi. Perusahaan seperti Carabao Group dan Index Creative Village melakukan penyesuaian strategi bisnis nationthailand.
- Di sisi pasar saham, sektor pertahanan dan logistik justru meningkat karena ketegangan geopolitik Cambodgemag+2AInvest+2AInvest+2.
6. 🌏 Tantangan ASEAN & Peran Global
- ASEAN menghadapi ujian serius karena krisis ini memperlihatkan keterbatasan institusi dalam meredam konflik bersenjata anggota.
- Negara-negara besar seperti AS, China, dan Uni Eropa sudah menekan agar terjadi gencatan senjata dan melindungi warga sipil. AS bahkan memanfaatkan sanksi perdagangan sebagai alat diplomasi ASEAN Briefing.
7. 🔍 Ringkasan Dampak Ganda
Aspek | Thailand | Kamboja |
---|---|---|
Militer & Sosial | Deklarasi hukum militer, curfew, banyak pengungsian warga | Perang artileri & roket, banyak korban warga sipil dan tentara |
Ekonomi | Kerugian perdagangan dan tenaga kerja migran | Kelangkaan bahan bakar, energi, dan penurunan turis lebih parah |
Diplomasi | Tolak ICJ, lebih condong ke negosiasi bilateral | Dorong legal internasional lewat ICJ |
Strategi Bisnis | Anpass dengan darurat (stok & evakuasi) | Bergantung pasokan eksternal, risiko integrasi regional |
✳️ Kesimpulan
Konflik Thailand–Kamboja bukan hanya soal adu senjata. Ini juga duel diplomasi dan kekuatan ekonomi. Ketegangan militer telah memutus jalur perdagangan utama, merusak sektor pariwisata, dan membawa guncangan sosial. ASEAN dan komunitas internasional kini berada di persimpangan: bertindak cepat untuk mencegah eskalasi lebih jauh atau menghadapi ledakan ketegangan yang terus tertahan.
Tinggalkan Balasan